Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa As. (Bag. 3)



Pesan-pesan hikmah ini yaitu nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib melalui mulut Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsi karya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat pilihan dari kitab Taurat (yang otentik) yang Allah wahyukan kepada Nabi Musa as. Dalam kitab Tafsir Abul Fadhl disebutkan bahwa kitab Taurat (yang otentik) terdiri dari 1.000 surat. Setiap surat terdiri dari 1.000 ayat, menyerupai surat al-Baqarah yang meliputi 1.000 perintah, 1.000 larangan,  1.000 janji, dan 1.000 ancaman.

Saya sengaja mengetengahkan nasihat mulia ini dengan berkala, semoga gampang direnungkan dan direalisasikan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mudah-mudahan, nasihat mulia ini sanggup mendatangkan manfaat bagi penyusun, saya, dan seluruh pembaca yang mau merenungkan dan merealisasikannya.

Surat V

Wahai anak Adam, janganlah kalian menjadi orang yang mengharap-harap tobat dengan berangan-angan panjang, menginginkan (kebahagiaan) alam abadi tanpa beramal, (selalu) berkata-kata dengan ucapan orang-orang zuhud, dan mengamalkan perbuatan orang-orang munafik. Apabila diberi (suatu kebaikan), ia tidak merasa puas; (namun) jikalau tidak diberi, ia tidak (dapat) bersabar. Ia tidak memerintahkan kebaikan dan tidak pula mengerjakannya. Ia melarang kejahatan, namun (ia sendiri) malah melakukannya. Ia menyayangi orang-orang shalih, namun ia tidak termasuk (salah seorang) di antara mereka. Ia membenci orang-orang munafik, namun bekerjsama ia termasuk (salah seorang) di antara mereka.

Wahai anak Adam, tiada (satu) hari gres (pun) kecuali tanah (yang kalian pijak) berbicara kepada kalian seraya berujar, “Wahai anak Adam, kalian berjalan di atas punggungku, sementara perjalanan kalian (sebenarnya) menuju ke dalam perutku. Kalian melaksanakan dosa-dosa di atas punggungku, sementara kalian akan disiksa di dalam perutku. Wahai anak Adam, saya (liang lahat) yaitu rumah kesunyian, saya yaitu rumah yang menyeramkan, saya yaitu ruang yang gelap-gulita, saya yaitu sarang kalajengking dan ular, dan saya yaitu rumah yang mengerikan. Karena itu, makmurkanlah saya dan janganlah kalian merusakku.”

Surat VI

Wahai anak Adam, tidaklah Aku membuat kalian semoga Aku bertambah banyak (kuat), tidak pula supaya Aku terhibur dari kesepian, dan tidak pula untuk meminta pertolongan dari kalian atas kasus yang Aku tidak bisa melakukannya. Aku membuat kalian bukan untuk mendatangkan manfaat dan tidak pula untuk menolak marabahaya. Namun, Aku membuat kalian supaya kalian menyembah-Ku dalam kurun waktu yang lama, mensyukuri nikmat-Ku sebanyak-banyaknya, dan bertasbih kepada-Ku di waktu pagi dan petang.

Seandainya, di antara kalian, yang pertama dan terakhir, yang hidup dan mati, yang besar dan kecil, yang merdeka dan budak, dari golongan jin dan manusia, semuanya berkumpul untuk taat kepada-Ku, maka hal itu takkan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Seandainya pun, di antara kalian, yang pertama dan terakhir, yang hidup dan mati, yang besar dan kecil, yang merdeka dan budak, dari golongan jin dan manusia, semuanya berkumpul untuk bermaksiat kepada-Ku, maka hal itu takkan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun. Barang siapa yang bersungguh-sungguh (dalam berjuang), maka berarti ia (telah) berjuang bagi dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan (bantuan dari) alam semesta.


Ditulis Oleh :  
al-Faqier ila Rahmati Rabbih
Saifurroyya
Sumber : Buku Pesan Ilahi Dalam Taurat

Comments

Popular posts from this blog

Kesederhanaan Habib Toha Al-Munawwar Semarang

Kh. Ahmad Badawi (Mbah Badawi Kaliwungu)

Kh. Dimyati Banten (Abuya Dimyati)