Posts

Showing posts with the label kisah gusdur

Gus, Saya Kangen Wangsit Dan Pemikiranmu

Image
Sudah empat tahun dia meninggalkan saya, meninggal dalam arti dhahir -nya, namun, pemikiran, jasa dan pengabdiannya akan selalu saya kenang dan berusaha saya dengungkan kepada masyarakat wacana dakwah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin . Beliau ialah figur dan sosok pejuang agama dan bangsa yang patut diteladani oleh generasi-generasi setelahnya. Keberanian, kesederhanaan, kehumanisan, keadilan, keegaliteran dan kecintaan dia kepada bangsa dan umatnya. Kecintaan dia kepada bangsa dan umatnya yang didasari cinta dia kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan dia kepada keluarga dan raganya. Beliau tidak pernah peduli kepada raganya (kesehatannya), selagi bangsa dan umatnya membutuhkannya. Beliau ialah satu-satunya Presiden yang (maaf) cacat di dunia ini. Beliau tidak mempedulikan kesehatan raganya untuk menolong dan membantu bangsa ini dari keterpurukan. Beliau ialah tokoh bangsa yang tidak pernah membeda-bedakan suku, ras dan agama. Beliau paham, hafal, mengerti dan merealisasi...

Mengenang 4 Tahun Wafatnya Gus Dur (Mengikis Perbedaan Demi Kemaslahatan)

Image
Gus Dur, ialah sosok pemimpin umat dan guru bangsa yang zuhud (sederhana), tegas sekaligus kontroversial. Beliau ialah figur pemimpin yang pantas untuk diteladani, dicontoh dan diteruskan ide-ide cemerlangnya. Dengan model kepemimpinan ia yang humanis, moderat dan berani membuka sekat-sekat dalam masyarakat. Beliau banyak dikagumi dan dikangeni oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, terutama kaum minoritas yang tertindas. Dari beberapa abjad ia yang menonjol, ada yang menciptakan saya tergerak untuk sedikit menyebarkan dongeng perihal gaya hidup dan sepak terjang beliau. Pertama, kesederhanaan (kezuhudan) Gus Dur; selama bertahun-tahun kedekatan Gus Mus dengan beliau, Gus Mus mengakui bahwa Gus Dur tidak pernah punya dompet untuk menyimpan uang, bahkan kartu-kartu semacam ATM pun, ia tidak punya. Beliau hidup sangat apa adanya, tidak pernah menggantungkan sesuatu pada hal-hal yang bersifat keduniawian. Bahkan pada suatu hari, dikala ia berada di suatu kawasan kepengin makan ...

Gus Dur Hafal Ratusan Buku Beserta Isi Dan Halamannya

Image
Kang Muhammad Khusen Yusuf menuliskan bahwa seorang senior HMI pernah bercerita. Ia pernah mengundang Gus Dur pada suatu seminar. Dan lazimnya narasumber seminar, Gus Dur diminta untuk menuliskan makalah. Sampai H-1, makalah yang dinantikan panitia belum juga datang. Senior HMI itu lalu mendatangi kediaman Gus Dur di Ciganjur. Sayang, Gus Dur belum juga menulis makalah pesanan panitia. “Besok aja ya. Sebelum seminar dimulai aku tulis. Tolong siapkan mesin ketik,” pesan Gus Dur kepada si panitia itu. Esoknya, GusDur tiba ke lokasi seminar sekitar 2 jam sebelum program dimulai. Ia eksklusif mojok di depan mesin tik yang disiapkan panitia. Taktiktuk taktiktuk. Gus Dur terlihat serius menulis makalah. Si panitia, senior HMI itu hanya mengamati. Tak berani menyapa.   “Ini makalahnya sudah selesai. Tolong di-fotokopi,” kata Gus Dur.   “Baik, Gus.” Si Panitia kaget. Gus Dur menulis makalah dengan banyak catatan kaki lazimnya makalah ilmiah (nama penulis, judul buk...

Gus Dur Hafal Ratusan Kitab Kuning Beserta Matan Dan Syarahnya

Image
Kyai Haji Abdurrahman Wahid , mantan Presiden RI yang ke-4 sudah usang aku kenal melalui siaran televisi, koran-koran dan buku-buku yang memuat aliran beliau. Namun yang paling berkesan bagi aku yakni ketika kami berdua pernah duduk bersama seharian penuh dari pukul 07.00 pagi hari hingga 19.00 malam hari. Kebersamaan kami berlangsung di Riau, tepatnya di kediaman Gubernur Riau, H. M. Rusli Zainal. Ketika itu Gubernur Riau sendiri yang meminta aku untuk menemani Gusdur sebagai 'pengganti'  tuan rumah, lantaran Gubernur Riau tidak sanggup terus menerus menemani Gusdur. Jadilah pertemuan kami itu berlangsung aman, tanpa ada gangguan sedikitpun. Saya masih ingat rombongan Gusdur ketika itu tidak mengecewakan ramai juga, di antaranya yakni Muhaimin Iskandar (sekarang menjadi Menteri Tenaga Kerja RI), dan saudara Lukman Edi (seorang anggota dewan perwakilan rakyat RI). Sepanjang hari itu, kami duduk bersebelahan dan berbicara panjang lebar mulai dari kasus agama, ...