Kesederhanaan Putri Rasulullah
Menjadi anak raja/presiden hampir selalu membawa takdir keberuntungan. Kekuasaan puncak sang ayah tak hanya memungkinkan beliau hidup serba kecukupan tapi juga bertebar kemewahan. Lantas, bagaimana dengan putri Nabi Muhammad saw., pemimpin tertinggi dan pelaksana risalah ilahi? Suatu hari, Sayidah Fathimah dihampiri sahabat Abdurrahman bin ‘Auf. Dia mengabarkan bahwa Rasulullah tengah bersedih selepas mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril as. Abdurrahman tiba dalam rangka mencari obat bagi suasana hati Nabi yang kalut itu. Satu hal yang selalu menciptakan senang Rasulullah ialah melihat putrinya. “Baik, Tolong menyingkirlah sejenak hingga saya tamat ganti pakaian.” Demikian diceritakan dalam kitab al-Aqthaf ad-Daniyyah melalui riwayat Umar bin Khattab ra. Keduanya kemudian berangkat ke kawasan Rasulullah. Saat itu Fathimah menyelimuti tubuhnya dengan pakaian yang usang. Ada 12 jahitan dalam lembar kain tersebut. Serpihan dedaunan kurma juga tampak melekat di sela-sela...