Mengenang Masyayikh Kami
Ma’hadut Tholabah, sebuah Ponpes besar yang berada di kabupaten Tegal potongan selatan, tepatnya di kampung Babakan, Lebaksiu, kabupaten Tegal. Dulu, sewaktu saya masih menggayuh ilmu di pesantren ini, saya terkesan dan tertunduk hormat pada sosok kyai yang mengasuh pesantren, dia ialah alm. Abah KH. Abdul Malik Mufti. Beliau sangat sabar, tawadhu’ dan disiplin dalam mendidik santri-santrinya. Saya teringat ketika setiap pagi hari sebelum shalat subuh berjama’ah (kira-kira jam 04.00), dia sangat rutin membangunkan santri-santrinya untuk menjalankan shalat subuh berjama’ah di Musholla pondok, padahal waktu itu dia sudah berusia kurang lebih 70 tahun. Sungguh, sebuah kebiasaan seorang kyai yang jarang terdengar pada zaman kini ini. Dengan seusia dia yang sudah sepuh (red. bau tanah sekali), dia dengan sabar dan telaten mendidik santri-santrinya yang berjumlah kurang lebih 1000 santri. Dari tindak tanduk dan adat beliaulah, saya sangat terkesan dan tertunduk hormat. Beliau...